ARDI KUSNADI

Minggu, 17 Mei 2020

0 (Nol) Bagian 1


Pada awalnya angka-angka yang ada hanyalah dari 1 sampai 9. Tidak ada angka 0, karena nol dianggap tidak bernilai dan tidak berarti apa-apa. Untuk perhitungan-perhitungan yang simpel, misalnya :

5 + 0 = 5 (tetap aja 5)
n - 0 = n (tidak berubah)
7 x 0 = 0 (yea, ealaaah...)

Kita juga terbiasa menyebut nomor handphone kita dengan awalan kosong-delapan-sekian-sekian. Padahal sebetulnya kita juga mengakui angka yang paling depan itu adalah nol dan bukan kosong. Berarti kita juga tanpa sadar udah menyamakan antara nol dan kosong. Terus apa bedanya??

Jika Fajar mendapat nilai nol dan Feru mendapat nilai kosong, apakah ini berarti nilai mereka SAMA??

Tentu saja TIDAK ! Fajar mendapat nilai nol karena jawaban yang dia kerjakan SALAH SEMUA.
Sedangkan Feru mendapat nilai kosong karena BELUM IKUT ujian/ulangan. Itu artinya Feru masih ada kesempatan untuk mendapat nilai berapa saja, termasuk... yaa Nol !

Konsep awal memang sepertinya kita sukar membedakan antara nol dan kosong. Kalo rumah kosong kan berarti engga ada penghuninya alias jumlah orang yang ada di dalam adalah nol alias nihil. Hal seperti itulah yang (mungkin) dulunya orang tidak perlu mengikut sertakan angka nol dalam jajaran angka-angka kita.

Pada awal "di-izinkan"-nya angka nol masuk ke dalam barisan sehingga jumlahnya sekarang ada 10; juga sempat bikin repot. Misalnya :

Nilai bilangan kalo dipangkatin nol?
Berapa hasil dari Nol faktorial ?
Nilai bilangan kalo dibagi nol ?
Bahkan termasuk pertanyaan; apakah nol itu genap?

Pertanyaan-pertanyaan itu sangat merepotkan. Terbukti banyak siswa SMA (murid-murid yang engga tau; jika 7 dibagi nol misalnya. Ada yang jawab nol, ada yang jawab 7, ada yang jawab 1, macem-macemlah pokoknya).

ANGKA NOL PERTAMA KALI DIPERKENALKAN OLEH BANGSA MAYA !!

Suatu suku (jadul neh) yang pernah mendiami daerah Meksiko Selatan dan bagian-bagian Amerika Tengah lainnya. Pusat kebudayaannya terdapat di Semenanjung Yukatan. Kota paling awal berdirinya diperkirakan pada abad ke-3 di hutan Guatemala yang lebat dan yang terakhir diperkirakan dibangun pada abad ke-10 dan abad ke-11 pada sebuah dataran di Yukatan bagian Utara. Kota-kota ini merupakan peninggalan orang-orang Maya yang memiliki tingkat kebudayaan yang tinggi dengan catatan arsitektur paling beraneka ragam dan paling maju. Kebudayaan suku Maya ini berkembang dari abad ke-1 S M sampai mulainya penanggalan Masehi.

Dengan berkembangnya tulisan, ilmu pengetahuan pun berkembang, bangsa ini telah mengenal kalender dengan tahunnya berjumlah 18 bulan yang tiap bulannya berjumlah 20 hari, dan ada yang satu bulan berjumlah 5 hari. Sehingga pertahun ada 365 hari. Mereka juga telah mengembangkan matematika. Selain itu, astronomi ialah salah satu ilmu yang mereka kembangkan.

Matematikawan dari Bangsa Maya adalah orang-orang bertanggung jawab! Sebagai bangsa yang petama kali mengenalkan angka nol, merekapun menjawab dan menyelesaikan masalah dan pertanyaan-pertanyaan diatas yang dianggap merepotkan.

Kita mungkin berdecak kagum dan tidak menyangka dengan BUKTI dan FAKTA bahwa "Semua bilangan jika dipangkatkan dengan nol hasilnya adalah 1" dan "Nilai nol faktorial adalah juga 1". Satu?? Dikit amad?! Begitulah temuan bangsa maya. Yang juga bikin kita garuk-garuk kepala adalah "Hasil dari bilangan jika dibagi dengan nol yang tidak mempunyai hasil". Dalam kalkulator tertulis E (Error) yang maksudnya tak ada hasil. Aneh... Dari dikit amad ke banyak amad.

Hebat ya bangsa Maya itu?!

Dan kalian tau ngga kalo bangsa Maya yang jenius itu membuat kalender yang diyakini para ilmuwan sebagai kalender paling akurat yang ada di muka bumi ini.
Hebohnya lagi, kalender bangsa Maya berakhir di tahun 2012
Wallohu alam bishshowab, saya lagi belum ingin berdiskusi tentang hari Kiamat. Yang pasti dalam sebuah sinopsis film itu dengan judul yang sama tertulis :

Never before has a date in history been so significant to so many cultures, so many religions, scientists, and governments. 2012 is an epic adventure about a global cataclysm that brings an end to the world and tells of the heroic struggle of the survivors.

Film yang mencoba menggambarkan keadaan tahun ini divisualisasikan dengan durasi 157 menit. Yang penting adalah hendaknya kita mulai "memuhasabah", introspeksi diri dan flash back atas dosa-dosa yang telah kita lakukan. Semoga kita bisa mengerem dosa-dosa kita dan menambah amal-amal kita di sisa usia kita sampai seterusnya.

2 komentar:

mameth mengatakan...

Saya pernah dimarahin dosen pas pertama kali masuk kuliah terus disuruh sebutin no handphone. Karena kebiasaan nyebutnya kosong jadi kena marah tuh. Padahal harusnya Nol

Ardi Kusnadi mengatakan...

padahal nol ya, heee

Posting Komentar

TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANNYA